Total Tayangan Halaman

Kamis, 16 Juni 2011

tugas


16.  Muatan Lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan
kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah,
termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan
ke dalam mata pelajaran yang ada.
Tujuan penerapan muatan lokal pada dasarnya dapat dibagi dalam dua kelompok tujuan, yaitu tujuan langsung dan tujuan tidak langsung. Tujuan langsung adalah tujuan dapat segera dicapai. Sedangkan tujuan tidak iangsung merupakan tujuan yang memerlukan waktu yang relatif lama untuk mencapainya. Tujuan tidak langsung pada dasarnya merupakan dampak dan tujuan langsung.
a, Tujuan langsung
1) Bahan pengajaran lebih mudah diserap oleh murid
2) Sumber belajar di daerah dapat lebih dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan
3) Murid dapat menerapkanpengetahuan dan keterampilan yangdipelajarinyauntuk memecahkan masalah yang ditemukan di sekitarnya.
4) Murid lebih mengenal kondisi alam, lingkungan sosial dan lingkungan budaya yang terdapat di daerahnya.
b. Tujuan tak langsung
1) Murid dapat meningkatkan pengetahuan mengenai daerahnya.
2) Murid diharapkan dapat menolong orang tuanya dan menolong dirinya sendiri dalam rangka
memenuhi kebutuhan hidupnya.
3) Murid menjadi akrab dengan lingkungannya dan terhindar dari keterasingan terhadap


Secara umum
Evaluasi sebagai suatu tindakan atau proses setidak-tidaknya memiliki tiga macam fungsi pokok, yaitu mengukur kemajuan, menunjang penyusunan rencana dan memperbaiki atau menyempurnakan kembali.

Secara khusus,
Adapun secara khusus, fungsi evaluasi dalam dunia pendidikan dapat dilihat dari tiga aspek diantaranya :
Aspek Psikologis
Dari segi psikologis, kegiatan evaluasi dalam bidang pendidikan disekolah dapat disoroti dari dua sisi, yaitu dari sisi peserta dan dari sisi pendidik.
Bagi peserta didik, evaluasi pendidikan secara psikologis akan memberikan pedoman atau pegangan batin kepada mereka untuk mengenal kapasitas atau status dirinya masing-masing ditengah-tengah kelompok atau kelasnya.
Bagi pendidik, evaluasi pendidikan akan memberikan kepastian atau ketetapan hati kepada diri pendidik tersebut, sudah sejauh manakah kiranya usaha yang telah dilakukan selama ini telah membawa hasil, sehingga ia secara psikologis memiliki pedoman atau pegangan batin yang pasti guna menentukan langkah-langkah apa saja yang perlu dilakukan selanjutnya.
Segi didaktik
Bagi peserta didik, secara didaktik evaluasi pendidikan ( khususnya evaluasi hasil belajar) akan dapat memberikan dorongan (motivasi) kepada mereka untuk dapat memperbaiki, meningkatkan dan mempertahankan prestasinya.
Bagi pendidik, secara didaktik evaluasi pendidikan itu setidak-tidaknya memiliki lima macam fungsi:
  • Memberikan landasan untuk menilai hasil usaha(prestasi) yang telah dicapai oleh peserta didiknya.
  • Memberikan informasi yang sangat berguna, guna mengetahui posisi masing-masing peserta didik ditengah-tengah kelompok.
  • Memberikan bahan yang penting untuk memilih dan kemudian menetapkan status peserta didik.
  • Memberikan pedoman untuk mencari dan menemukan jalan keluar bagi peserta didik yang memang memerlukannya.
  • Memberikan petunjuk tentang sudah sejauh manakah program pengajaran yang telah ditentukan telah dapat dicapai.


Segi Administrative
Secara Administrative, evaluasi pendidikan setidak-tidaknya memiliki tiga macam fungsi, yaitu
  • Memberikan laporan (Rapot,Lhs)
  • Memberikan bahan-bahan keterangan data (Lulus atau Tidak)
  • Memberikan gambaran ( IPA,IPS,AGAMA)dsb

Kamis, 26 Mei 2011

aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhh

1
HAKIKAT GEOGRAFI
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SMA : SMA Negeri 1 Purbalingga
Mata Pelajaran : Geografi
Kelas/Semester : X (sepuluh)/1 (satu)
Standar Kompetensi : 1. Memahami konsep, pendekatan, prinsip, dan aspek
geografi
Kompetensi Dasar : 1.1. Menjelaskan Konsep Geografi
Indikator : - Menguraikan konsep geografi
- Menguraikan perkembangan ilmu geografi
Alokasi Waktu : 1 x 45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu
- Mendeskripsikan pengertian geografi dari berbagai pakar
- Membandingkan perkembangan ilmu geografi dari berbagai aliran
- Mengidentifikasikan konsep esensial geografi dan penerapannya dalam kehidupan seharihari
B. Materi Pembelajaran
- Pengertian geografi
- Perkembangan ilmu geografi
- Konsep esensial geografi
C. Metode Pembelajaran
Ceramah, tanya jawab, diskusi, life skills, pemberian tugas
D. Sumber/ Bahan/ Alat Belajar
- Kurikulum KTSP dan perangkatnya
- Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA - ESIS
- Buku sumber Geografi SMA – ESIS
- Buku-buku penunjang yang relevan
- OHP / Slide Proyektor
- Internet
E. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Pertama
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi: guru menyapa siswa, kemudian mengabsen.
• Guru memberikan motivasi mengenai materi yang akan diajarkan dan apa manfaatnya,
serta menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
• Guru menjelaskan pengertian geografi secara garis besar (hal 3-4).
• Penugasan secara individu, siswa mencari pengertian geografi dari berbagai pakar dari
situs di www.yahoo.com, www.wikipedia.com, www.google.com.
• Tanya-jawab berdasarkan hasil temuan siswa dari internet dan mencermati contoh
pandangan tokoh mengenai pengertian geografi di buku teks (hal 3-4).
• Bersama-sama (guru dan siswa) membahas perkembangan ilmu geografi dari berbagai
aliran dan pandangan tokoh (hal 3-4).
• Bersama-sama mendiskusikan konsep esensial geografi dalam pengajaran geografi dan
penerapannya dalam kehidupan (lihat kolom geografi hal 9).
3. Kegiatan Penutup
• Bersama-sama menyimpulkan materi yang telah dibahas, kemudian guru memberikan
kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi yang kurang dimengerti.
2
• Guru memberi tugas individu untuk membuat ringkasan materi “Hakikat Geografi”.
Tugas ini dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.
F. Penilaian
- Penilaian untuk tugas karangan mencari pengertian geografi dan pandangan berbagai pakar
mengenai geografi dari situs internet dengan menulis sumber situs.
- Penilaian untuk keaktifan siswa dalam berdiskusi mengenai perkembangan ilmu geografi
dan konsep esensial geografi.
Penilaian berdasarkan pada rubrik penilaian berikut ini.
Rubrik Penilaian Karangan
Sikap/Aspek yang dinilai Nilai kualitatif Nilai kuantitatif Deskripsi (Alasan)
Pengantar menunjukkan isi
Pengantar disajikan dengan bahasa
yang baik
Isi menunjukkan penjelasan dari
kutipan/pendapat tokoh
Isi disajikan dengan bahasa yang baik
Penutup memberi kesimpulan akhir
terhadap kutipan/pendapat tokoh
Penutup disajikan dengan bahasa yang
baik
Nilai rata-rata
Komentar
Rubrik Penilaian Diskusi
Sikap/Aspek yang dinilai Nilai kualitatif Nilai kuantitatif Deskripsi (Alasan)
Pemahaman materi pembahasan
Kemampuan melakukan analisis
Kemampuan menyampaikan pendapat
Partisipasi dalam diskusi
Kemampuan penggunaan bahasa yang
baik dalam diskusi
Nilai rata-rata
Komentar
Kriteria Penilaian:
Nilai kualitatif Nilai kuantitatif
Memuaskan 4 > 80
Baik 3 68 - 79
Cukup 2 56 - 67
Kurang 1 < 55
Mengetahui Purbalingga,................................
Kepala sekolah Guru Mata Pelajaran
Drs. Akhmad Khotib, M.Pd Drs. Kuat Risyanto
NIP.131407025 NIP. 131958839
3
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SMA : SMA Negeri 1 Purbalingga
Mata Pelajaran : Geografi
Kelas/Semester : X (sepuluh)/1 (satu)
Standar Kompetensi : 1. Memahami konsep, pendekatan, prinsip, dan aspek
geografi
Kompetensi Dasar : 1.1. Menjelaskan Konsep Geografi
Indikator : - Merumuskan ruang lingkup kajian geografi
- Mengidentifikasi objek studi geografi
Alokasi Waktu : 1 x 45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu
- Mendeskripsikan ruang lingkup geografi
- Menjelaskan objek studi geografi
- Mengidentifikasikan konsep geografi dalam kajian geosfer
B. Materi Pembelajaran
- Ruang lingkup geografi
- Objek studi geografi
C. Metode Pembelajaran
Ceramah, tanya jawab, diskusi, life skills
D. Sumber/ Bahan/ Alat Belajar
- Kurikulum KTSP dan perangkatnya
- Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA - ESIS
- Buku sumber Geografi SMA – ESIS
- Buku-buku penunjang yang relevan
- OHP / Slide Proyektor
- Internet
E. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Kedua
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi: guru menyapa siswa, kemudian mengabsen.
• Guru memberikan motivasi mengenai materi yang akan diajarkan dan apa manfaatnya,
serta menyampaikan tujuan pembelajaran.
• Guru mengumpulkan tugas individu berupa ringkasan materi “Hakikat Geografi” yang
diberikan pada pertemuan sebelumnya.
2. Kegiatan Inti
• Guru menjelaskan mengenai ruang lingkup dan objek studi geografi secara garis besar
(hal 4-6).
• Penugasan secara berkelompok, siswa mendiskusikan mengenai konsep geografi dalam
kajian geosfer.
• Tanya-jawab berdasarkan hasil diskusi siswa mengenai konsep geografi dalam kajian
geosfer. Bersama-sama menyimpulkan materi yang telah didiskusikan.
• Siswa mengumpulkan kesimpulan hasil diskusi kelompok masing-masing.
3. Kegiatan Penutup
• Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi yang
kurang dimengerti.
• Bersama-sama menarik kesimpulan materi
F. Penilaian
Jenis tagihan : Unjuk kerja
4
Bentuk tagihan : Diskusi
Bahan diskusi : Bagaimana aplikasi konsep geografi dalam kajian geosfer?
Lembar Penilaian diskusi
Hari/Tanggal : …………………………………………………….
Topik diskusi/debat : ……………………………………………………..
No Sikap/Aspek yang dinilai Nama Kelompok/
Nama peserta didik
Nilai
Kualitatif
Nilai
Kuantitatif
Penilaian kelompok
1. Menyelesaikan tugas kelompok
dengan baik
2. Kerjasama kelompok
3. Hasil tugas
4. Penggunaan bahasa yang baik
Jumlah Nilai Kelompok
Penilaian Individu Peserta didik
1. Berani mengemukakan pendapat
2. Berani menjawab pertanyaan
3. Inisiatif
4. Ketelitian
Jumlah Nilai Individu
Kriteria Penilaian:
Nilai kualitatif Nilai kuantitatif
Memuaskan 4 > 80
Baik 3 68 - 79
Cukup 2 56 - 67
Kurang 1 < 55
Mengetahui Purbalingga,................................
Kepala sekolah Guru Mata Pelajaran
Drs. Akhmad Khotib, M.Pd Drs. Kuat Risyanto
NIP.131407025 NIP. 131958839
5
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SMA : SMA Negeri 1 Purbalingga
Mata Pelajaran : Geografi
Kelas/Semester : X (sepuluh)/1 (satu)
Standar Kompetensi : 1. Memahami konsep, pendekatan, prinsip, dan aspek
geografi
Kompetensi Dasar : 1.2. Menjelaskan Pendekatan Geografi
Indikator : - Menjelaskan metode/pendekatan geografi
- Mengaplikasikan metode/pendekatan geografi dalam mengkaji
fenomena geosfer
Alokasi Waktu : 1 x 45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu
- Mengidentifikasikan pendekatan geografi dalam mengkaji fenomena geosfer
- Mengaplikasikan metode/pendekatan geografi dalam mengkaji fenomena geosfer
B. Materi Pembelajaran
- Pendekatan kajian geografi
1. Pendekatan keruangan (spatial approach)
2. Pendekatan kelingkungan (ecological approach)
3. Pendekatan kompleks kewilayahan (regional complex approach)
C. Metode Pembelajaran
Ceramah, tanya jawab, diskusi
D. Sumber/ Bahan/ Alat Belajar
- Kurikulum KTSP dan perangkatnya
- Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA - ESIS
- Buku sumber Geografi SMA – ESIS
- Buku-buku penunjang yang relevan
- OHP / Slide Proyektor
- Internet
E. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Ketiga
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi: guru menyapa siswa, kemudian mengabsen. Guru menanyakan mengenai
materi sebelumnya.
2. Kegiatan Inti
• Guru menjelaskan mengenai metode/pendekatan geografi secara garis besar (hal 8).
• Tanya-jawab mengenai perbedaan antara metode/pendekatan keruangan, kompleks
kewilayahan, dan ekologi dalam mengkaji fenomena geosfer.
• Secara individu, siswa menyampaikan analisisnya mengenai pembangunan rumah susun
di daerah perkotaan (Analitika hal 9).
• Mendiskusikan hasil analisis siswa terhadap pembangunan rumah susun.
• Bersama-sama menarik kesimpulan analisis.
3. Kegiatan Penutup
• Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi yang
kurang dimengerti.
• Bersama-sama menarik kesimpulan materi
F. Penilaian
Jenis tagihan : Unjuk kerja
Bentuk tagihan : Diskusi
6
Bahan diskusi : Analisislah mengenai pembangunan rumah susun di perkotaan!
Rubrik Penilaian
Sikap/Aspek yang dinilai Nilai kualitatif Nilai kuantitatif Deskripsi (Alasan)
Pemahaman materi pembahasan
Kemampuan melakukan analisis
Kemampuan menyampaikan pendapat
Sikap terhadap materi pembahasan
Alasan atas sikap terhadap materi
pembahasan
Partisipasi dalam diskusi
Kemampuan penggunaan bahasa yang
baik dalam diskusi
Nilai rata-rata
Komentar
Kriteria Penilaian:
Nilai kualitatif Nilai kuantitatif
Memuaskan 4 > 80
Baik 3 68 - 79
Cukup 2 56 - 67
Kurang 1 < 55
Mengetahui Purbalingga,................................
Kepala sekolah Guru Mata Pelajaran
Drs. Akhmad Khotib, M.Pd Drs. Kuat Risyanto
NIP.131407025 NIP. 131958839
7
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SMA : SMA Negeri 1 Purbalingga
Mata Pelajaran : Geografi
Kelas/Semester : X (sepuluh)/1 (satu)
Standar Kompetensi : 1. Memahami konsep, pendekatan, prinsip, dan aspek
geografi
Kompetensi Dasar : 1.3. Menjelaskan Prinsip-prinsip Geografi
Indikator : - Mengidentifikasi prinsip-prinsip geografi
- Menjelaskan perbedaan prinsip-prinsip geografi
- Menerapkan prinsip geografi dalam kajian gejala geosfer
Alokasi Waktu : 1 x 45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu
- Menjelaskan prinsip-prinsip geografi
- Mengidentifikasikan prinsip-prinsip geografi dalam mengkaji fenomena geosfer
- Mengaplikasikan prinsip-prinsip geografi dalam mengkaji fenomena geosfer
B. Materi Pembelajaran
- Prinsip-Prinsip Geografi
1. Prinsip persebaran
2. Prinsip timbal balik
3. Prinsip korologi
4. Prinsip penggambaran
C. Metode Pembelajaran
Tanya jawab, diskusi, dan pemberian tugas
D. Sumber/ Bahan/ Alat Belajar
- Kurikulum KTSP dan perangkatnya
- Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA - ESIS
- Buku sumber Geografi SMA – ESIS
- Buku-buku penunjang yang relevan
- Gambar/foto fenomena geosfer
- OHP / Slide Proyektor
- Internet
E. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Keempat
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi: guru menyapa siswa dan mengabsen. Guru menanyakan fenomena geosfer
terbaru yang terjadi di Indonesia.
2. Kegiatan Inti
• Guru memberi gambar/foto fenomena geosfer sebagai contoh untuk mengaplikasikan
prinsip-prinsip geografi yang digunakan dalam mengkaji fenomena geosfer.
• Siswa mengamati gambar/foto tersebut sambil membuat catatan analisisnya, kemudian
disampaikan di depan kelas.
• Mendiskusikan dan menganalisis fenomena geosfer pada gambar/foto tersebut dengan
menerapkan prinsip-prinsip geografi.
• Guru menarik kesimpulan analisis siswa.
3. Kegiatan Penutup
• Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi yang
kurang dimengerti.
• Bersama-sama menarik kesimpulan materi.
• Guru memberi tugas kelompok untuk membuat makalah mengenai fenomena geosfer
yang terjadi di Indonesia. Analisislah berdasarkan prinsip geografi dan
8
metode/pendekatan geografi dalam mengkaji fenomena geosfer tersebut. Tugas
dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.
F. Penilaian
Penilaian Performance/Sikap
- Penilaian saat diskusi dan makalah, lihat rubrik penilaian berikut ini.
Rubrik Penilaian Diskusi
Sikap/Aspek yang dinilai Nilai kualitatif Nilai kuantitatif Deskripsi (Alasan)
Pengetahuan tentang fenomena geosfer
Pemahaman tentang prinsip-prinsip
geografi
Kemampuan melakukan analisis
Kemampuan menyampaikan pendapat
Partisipasi dalam diskusi
Kemampuan penggunaan bahasa yang
baik dalam analisis
Nilai rata-rata
Komentar
Rubrik Penilaian Makalah
Sikap/Aspek yang dinilai Nilai kualitatif Nilai kuantitatif Deskripsi (Alasan)
Pengantar menunjukkan isi
Pengantar disajikan dengan bahasa
yang baik
Isi menunjukkan penjelasan mengenai
fenomena geosfer
Isi menunjukkan prinsip dan
pendekatan geografi
Isi menunjukkan analisis terhadap
fenomena geosfer yang terjadi di
Indonesia
Isi disajikan dengan bahasa yang baik
Penutup memberi kesimpulan akhir
terhadap isi
Penutup disajikan dengan bahasa yang
baik
Nilai rata-rata
Komentar
Kriteria Penilaian:
Nilai kualitatif Nilai kuantitatif
Memuaskan 4 > 80
Baik 3 68 - 79
Cukup 2 56 - 67
Kurang 1 < 55
Mengetahui Purbalingga,................................
Kepala sekolah Guru Mata Pelajaran
Drs. Akhmad Khotib, M.Pd Drs. Kuat Risyanto
NIP.131407025 NIP. 131958839
9
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SMA : SMA Negeri 1 Purbalingga
Mata Pelajaran : Geografi
Kelas/Semester : X (sepuluh)/1 (satu)
Standar Kompetensi : 1. Memahami konsep, pendekatan, prinsip, dan aspek
geografi
Kompetensi Dasar : 1.4. Menjelaskan Aspek-aspek Geografi
Indikator : - Mengidentifikasi aspek-aspek geografi
- Menjelaskan perbedaan aspek-aspek geografi
- Menerapkan aspek-aspek dalam kajian gejala geosfer
Alokasi Waktu : 1 x 45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu
- Mengidentifikasikan aspek-aspek geografi
- Mengaplikasikan aspek-aspek geografi dalam mengkaji fenomena geosfer
B. Materi Pembelajaran
- Aspek-Aspek Geografi
1. Aspek fisik (alamiah)
2. Aspek sosial (kehidupan)
C. Metode Pembelajaran
Ceramah, tanya jawab, diskusi, dan penugasan.
D. Sumber/ Bahan/ Alat Belajar
- Kurikulum KTSP dan perangkatnya
- Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA - ESIS
- Buku sumber Geografi SMA – ESIS
- Buku-buku penunjang yang relevan
- OHP / Slide Proyektor
- Gambar fenomena geosfer
- Internet
E. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Kelima
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi: guru menyapa siswa dan mengabsen.
• Guru menanyakan fenomena geosfer terbaru yang terjadi di Indonesia.
• Guru mengumpulkan tugas kelompok (makalah) yang diberikan pada pertemuan
sebelumnya mengenai fenomena geosfer yang terjadi di Indonesia.
2. Kegiatan Inti
• Guru menjelaskan aspek-aspek geografi dalam objek geografis (hal 5).
• Tanya jawab mengenai perbedaan antara aspek fisik dan aspek sosial geografi dalam
mengkaji fenomena geosfer beserta contohnya.
3. Kegiatan Penutup
• Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
• Penugasan mengerjakan soal-soal evaluasi akhir bab mengenai Hakikat Geografi (hal 12
– 13).
F. Penilaian
Penilaian tertulis
- Soal-soal evaluasi pada akhir bab.
Penilaian Performance/Sikap
- Penilaian saat diskusi, lihat rubrik penilaian berikut ini.
10
Rubrik Penilaian
Indikator Nilai kualitatif Nilai kuantitatif Deskripsi (Alasan)
Pengetahuan tentang fenomena geosfer
Pemahaman tentang aspek-aspek
geografi
Kemampuan melakukan analisis
terhadap pernyataan
Kemampuan menyampaikan pendapat
Partisipasi dalam diskusi
Kemampuan penggunaan bahasa yang
baik dalam analisis
Nilai rata-rata
Komentar
Keterangan:
Nilai kualitatif Nilai kuantitatif
Memuaskan 4 > 80
Baik 3 68 - 79
Cukup 2 56 - 67
Kurang 1 < 55
Kunci Jawaban Soal Evaluasi Bab 1. Hakikat Geografi
I. Pilihan Ganda
1. e
2. b
3. a
4. b
5. d
6. b
7. e
8. c
9. b
10. c
II. Essai
1. Ruang lingkup Geografi tidak lepas dari apa yang menjadi objek material geografi. Ruang
lingkup geografi mencakup fenomena permukaan bumi (gejala geosfer), yang terdiri atas
gejala alam (fisik) dan gejala manusia (sosial). Gejala-gejala ini menganalisis persebaran,
hubungan, dan interaksi dalam ruang muka bumi. Geografi harus mampu menjawab
pertanyaan 3WH, yaitu what – where – why – how tentang segala hal yang terjadi di muka
bumi.
2. Ilmu Geologi merupakan cabang ilmu geografi yang mempelajari bumi secara keseluruhan;
yang berkenaan dengan kejadian, struktur, komposisi, dan proses pembentukan bumi.
Peranan ilmu geologi terhadap geografi adalah membantu menjelaskan fenomena yang
terjadi di bumi secara keseluruhan. Misalnya, fenomena gempa, dalam ilmu geologi akan
dijelaskan mengenai sebab-sebab kejadian, kekuatan gempa, dan struktur penyusunnya.
Melalui bantuan ilmu geologi, maka penjelasan geografi mengenai fenomena yang terjadi di
bumi akan lebih jelas dan menyeluruh.
3. Bahan kajian geografi yang berkaitan dengan aspek sosial, antara lain adat istiadat, tradisi,
kepercayaan, kultur masyarakat, nilai-nilai dan norma hukum, serta hubungan antarmanusia
dan lingkungan.
4. Maksud objek formal dan material geografi adalah sebagai berikut.
• Objek formal geografi merupakan cara atau metode dalam mengkaji dan menganalisis
masalah-masalah objek material geografi. Analisis masalah objek material geografi
tersebut dapat dilakukan melalui pendekatan keruangan, lingkungan, dan kompleks
kewilayahan.
11
• Objek material geografi merupakan bahan (isi) kajian geografi berupa fenomena
permukaan bumi (geosfer), yang meliputi litosfer, atmosfer, hidrosfer, dan biosfer
dengan segala variasi dan agihannya, serta antroposfer sebagai tema sentral.
5. Fenomena banjir dapat dianalisis dengan menggunakan prinsip-prinsip geografi. Pengamatan
daerah banjir melalui prinsip persebaran, dapat diketahui daerah-daerah yang terkena banjir
untuk segera dilakukan antisipasi. Melalui prinsip timbal balik, kita dapat mencari tahu
penyebab terjadinya banjir, adakah faktor alam dan faktor manusia yang memengaruhinya.
Dalam mengkaji banjir selalu diperhatikan persebarannya dalam ruang, hubungannya dengan
faktor-faktor penyebab banjir, dan seterusnya. Dengan demikian, melalui prinsip korologi
kita akan mampu menjelaskan karakteristik banjir tersebut. Kemudian melalui prinsip
penggambaran, dapat diuraikan sebab dan akibat serta persebaran fenomena banjir dengan
penggunaan peta, diagram, dan grafik.
III. Soal Terapan
1. Mendirikan toko kelontong dekat dengan perumahan, strategis, mudah dijangkau
(aksesibilitasnya tinggi), sehingga para konsumen dapat dengan mudah mendatangi tokonya.
2. Pembuatan terasering dan tanaman penutup.
3. Topografinya yang tinggi (daerah pegunungan) terkadang banyak binatang buas yang datang
ke rumah-rumah penduduk atau peristiwa alam seperti banjir.
IV. Skala Sikap
Rubrik Penilaian Skala Sikap
Indikator Nilai kualitatif Nilai kuantitatif Deskripsi (Alasan)
Pengetahuan tentang fenomena geosfer
Pemahaman tentang materi
Kemampuan melakukan analisis atas
pernyataan/kutipan tersebut
Sikap terhadap pernyataan/kutipan
tersebut
Alasan terhadap sikap atas
pernyataan/kutipan tersebut
Kemampuan penggunaan bahasa yang
baik dalam analisis
Nilai rata-rata
Komentar
Kriteria Penilaian:
Nilai kualitatif Nilai kuantitatif
Memuaskan 4 > 80
Baik 3 68 - 79
Cukup 2 56 - 67
Kurang 1 < 55
Mengetahui Purbalingga,................................
Kepala sekolah Guru Mata Pelajaran
Drs. Akhmad Khotib, M.Pd Drs. Kuat Risyanto
NIP.131407025 NIP. 131958839
12
JAGAT RAYA
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SMA : . SMA Negeri 1 Purbalingga
Mata Pelajaran : Geografi
Kelas/Semester : X (sepuluh)/1 (satu)
Standar Kompetensi : 2. Memahami sejarah pembentukan bumi
Kompetensi Dasar : 2.1. Mendeskripsikan jagat raya dan tata surya
Indikator : - Mendeskripsikan pengertian dan proses terjadinya
Jagat Raya
- Menjelaskan pandangan manusia mengenai Jagat Raya
Alokasi Waktu : 1 x 45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu
- Menjelaskan pengertian Jagat Raya
- Mendeskripsikan proses terjadinya Jagat Raya
- Mendeskripsikan pandangan manusia mengenai Jagat Raya
B. Materi Pembelajaran
- Pengertian Jagat Raya
- Pandangan Manusia tentang Jagat Raya
C. Metode Pembelajaran
Ceramah, tanya jawab, life skills, penugasan
D. Sumber/ Bahan/ Alat Belajar
- Kurikulum KTSP dan perangkatnya
- Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA - ESIS
- Buku sumber Geografi SMA – ESIS
- Buku-buku penunjang yang relevan
- OHP / Slide Proyektor
- Gambar proses pembentukan Jagat Raya
- Internet
E. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Keenam
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi: guru menyapa siswa dan mengabsen.
• Guru menanyakan tentang benda-benda langit yang ada di Jagat Raya.
2. Kegiatan Inti
• Guru menjelaskan pengertian, proses terjadinya, dan pandangan manusia mengenai Jagat
Raya secara garis besar (hal 17 - 19).
• Penugasan secara kelompok, siswa mencari pengertian, proses terjadinya, dan pandangan
manusia mengenai Jagat Raya dari situs www.yahoo.com, www.wikipedia.com,
www.google.com.
• Siswa membuat karangan secara berkelompok mengenai hasil temuan dari situs internet
dengan mencantumkan sumbernya.
• Tanya-jawab berdasarkan hasil temuan siswa dari internet dan mencermati contoh
pandangan tokoh mengenai pengertian, proses terjadinya, dan pandangan manusia
mengenai Jagat Raya di buku teks (hal 17-19).
3. Kegiatan Penutup
• Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi yang
kurang dimengerti.
• Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
F. Penilaian
13
- Penilaian untuk tugas karangan mencari pengertian, proses terjadinya, dan pandangan
manusia mengenai Jagat Raya dari situs internet.
Penilaian berdasarkan pada rubrik penilaian berikut ini.
Rubrik Penilaian Karangan
Sikap/Aspek yang dinilai Nilai kualitatif Nilai kuantitatif Deskripsi (Alasan)
Pengantar menunjukkan isi
Pengantar disajikan dengan bahasa
yang baik
Isi menunjukkan penjelasan dari
kutipan/pendapat tokoh
Isi disajikan dengan bahasa yang baik
Penutup memberi kesimpulan akhir
terhadap kutipan/pendapat tokoh
Penutup disajikan dengan bahasa yang
baik
Nilai rata-rata
Komentar
Kriteria Penilaian:
Nilai kualitatif Nilai kuantitatif
Memuaskan 4 > 80
Baik 3 68 - 79
Cukup 2 56 - 67
Kurang 1 < 55
Mengetahui Purbalingga,................................
Kepala sekolah Guru Mata Pelajaran
Drs. Akhmad Khotib, M.Pd Drs. Kuat Risyanto
NIP.131407025 NIP. 131958839
14
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SMA : SMA Negeri 1 Purbalingga.
Mata Pelajaran : Geografi
Kelas/Semester : X (sepuluh)/1 (satu)
Standar Kompetensi : 2. Memahami sejarah pembentukan bumi
Kompetensi Dasar : 2.1. Mendeskripsikan jagat raya dan tata surya
Indikator : Menjelaskan satuan jarak di Jagat Raya
Alokasi Waktu : 1 x 45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu
- Mendeskripsikan macam-macam satuan ukuran jarak di Jagat Raya
- Menghitung satuan ukuran jarak di Jagat Raya
B. Materi Pembelajaran
- Satuan Jarak di Jagat Raya
C. Metode Pembelajaran
Ceramah, tanya jawab, kuis
D. Sumber/ Bahan/ Alat Belajar
- Kurikulum KTSP dan perangkatnya
- Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA - ESIS
- Buku sumber Geografi SMA – ESIS
- Buku-buku penunjang yang relevan
- OHP / Slide Proyektor
- Internet
E. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Ketujuh
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi: guru menyapa siswa dan mengabsen.
2. Kegiatan Inti
• Guru menjelaskan macam-macam satuan ukuran jarak di Jagat Raya secara garis besar
(hal 19 - 20).
• Tanya jawab mengenai macam-macam satuan ukuran jarak di Jagat Raya.
• Guru memberikan tugas individu untuk menghitung satuan jarak di Jagat Raya (Kuis
Cepat Tepat).
3. Kegiatan Penutup
• Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi yang
kurang dimengerti.
• Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
• Penugasan: mengerjakan soal-soal evaluasi pada akhir bab mengenai Jagat Raya (hal 28
– 29).
F. Penilaian
- Penilaian untuk kuis Cepat Tepat diberikan nilai 10 untuk setiap jawaban yang betul, nilai 5
untuk siswa yang berani mengerjakan di papan tulis namun jawabannya salah.
Kunci Jawaban Soal Evaluasi Bab 2. Jagat Raya
I. Pilihan Ganda
1. b
2. b
3. a
15
4. d
5. d
6. a
7. b
8. a
9. c
10. c
II. Essai
1. Pandangan astronom modern mengenai Jagat Raya adalah bahwa Jagat Raya tidak statis,
melainkan terus berkembang. Seluruh isi Jagat Raya terbukti berasal dari titik, merupakan
cikal bakal yang dikenal Teori Big Bang.
2. Para astronom telah mengelompokkan spektrum bintang berdasarkan kemiripan susunan
garis yang dinyatakan dalam simbol-simbol kelas spektrum sebagai berikut: O, B, A, F, G,
K, dan M. Untuk mempermudah mengingat susunan spektrum tersebut para astronom
menggunakan ungkapan “Oh, Be A Fine Girl; Kiss Me”.
3. d = 1 / p = 1 / 0,35 = 2,8571 parsec
» 2,8571 parsec x 3,26 tc = 9,31 tc
» 2,8571 parsec x 206.265 au = 589.328,57 au
4. Gambar perkembangan galaksi?
5. Dari 88 buah rasi bintang yang terdapat di bola langit, terdapat 12 buah rasi bintang yang
sangat terkenal yag berada di daerah sekitar ekliptika yang dinamakan “ZODIAK”, yang
berarti “binatang”. Rasi-rasi Zodiak dilewati Matahari selama kira-kira satu bulan. Matahari
bergeser secara perlahan-lahan melalui gugusan bintang-bintang zodiak. Kedua belas
kelompok bintang yang berada di daerah Zodiak adalah Aquarius, Pisces, Aries, Taurus,
Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Scorpio, Sagitarius, dan Capricornus.
Gambar
16
III. Soal Terapan
1. Bukan. Matahari adalah sebuah bintang sedangkan bulan adalah benda langit yang disebut
satelit. Adanya perputaran bumi pada porosnya (rotasi) mengakibatkan terjadinya siang dan
malam. Pada siang hari tampak matahari, karena cahaya matahari lebih kuat dibanding
bulan, sehingga bulan tidak tampak.
2. Terletak jauh dari bumi (jarak bumi ke bintang relatif jauh dalam satu satuan cahaya).
3. Menggunakan letak bintang sebagai patokan dasar dalam berlayar.
IV. Skala Sikap
Rubrik Penilaian Skala Sikap
Indikator Nilai kualitatif Nilai kuantitatif Deskripsi (Alasan)
Pengetahuan tentang fenomena geosfer
Pemahaman tentang materi
Kemampuan melakukan analisis atas
pernyataan/kutipan tersebut
Sikap terhadap pernyataan/kutipan
tersebut
Alasan terhadap sikap atas
pernyataan/kutipan tersebut
Kemampuan penggunaan bahasa yang
baik dalam analisis
Nilai rata-rata
Komentar
Kriteria Penilaian:
Nilai kualitatif Nilai kuantitatif
Memuaskan 4 > 80
Baik 3 68 - 79
Cukup 2 56 - 67
Kurang 1 < 55
Mengetahui Purbalingga,................................
Kepala sekolah Guru Mata Pelajaran
Drs. Akhmad Khotib, M.Pd Drs. Kuat Risyanto
NIP.131407025 NIP. 131958839
17
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SMA : SMA Negeri 1 Purbalingga
Mata Pelajaran : Geografi
Kelas/Semester : X (sepuluh)/1 (satu)
Standar Kompetensi : 2. Memahami sejarah pembentukan bumi
Kompetensi Dasar : 2.1. Mendeskripsikan jagat raya dan tata surya
Indikator : Mengidentifikasi proses terjadinya, bentuk, dan sifat
anggota Jagat Raya
Alokasi Waktu : 1 x 45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu
- Menjelaskan proses terjadinya anggota Jagat Raya
- Membedakan bentuk-bentuk anggota Jagat Raya
- Menjelaskan sifat-sifat anggota Jagat Raya
B. Materi Pembelajaran
- Anggota Jagat Raya
1. Galaksi
􀂃 Bentuk Galaksi
􀂃 Macam-macam Galaksi
C. Metode Pembelajaran
CD pembelajaran, penugasan
D. Sumber/ Bahan/ Alat Belajar
- Kurikulum KTSP dan perangkatnya
- Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA - ESIS
- Buku sumber Geografi SMA – ESIS
- Buku-buku penunjang yang relevan
- OHP / Slide Proyektor
- CD pembelajaran mengenai Jagat Raya (Galaksi)
- Internet
E. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Kedelapan
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi: guru menyapa siswa dan mengabsen.
2. Kegiatan Inti
• Menonton film mengenai anggota Jagat Raya (Galaksi) dengan seksama.
3. Kegiatan Penutup
• Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menceritakan sekilas mengenai isi
film yang telah ditonton.
• Siswa membuat karangan secara individu mengenai materi/isi film dengan
mencantumkan judul film dan pembuatnya.
F. Penilaian
- Penilaian untuk tugas karangan mengenai ringkasan film tentang anggota Jagat Raya
(Galaksi). Penilaian berdasarkan pada rubrik penilaian berikut ini.
Rubrik Penilaian Karangan
Sikap/Aspek yang dinilai Nilai kualitatif Nilai kuantitatif Deskripsi (Alasan)
Pengantar menunjukkan isi
Pengantar disajikan dengan bahasa
yang baik
Isi menunjukkan penjelasan dari isi
18
film
Isi disajikan dengan bahasa yang baik
Penutup memberi kesimpulan akhir
terhadap isi film
Penutup disajikan dengan bahasa yang
baik
Nilai rata-rata
Komentar
Kriteria Penilaian:
Nilai kualitatif Nilai kuantitatif
Memuaskan 4 > 80
Baik 3 68 - 79
Cukup 2 56 - 67
Kurang 1 < 55
Mengetahui Purbalingga,................................
Kepala sekolah Guru Mata Pelajaran
Drs. Akhmad Khotib, M.Pd Drs. Kuat Risyanto
NIP.131407025 NIP. 131958839
19
TATA SURYA
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SMA : SMA Negeri 1 Purbalingga
Mata Pelajaran : Geografi
Kelas/Semester : X (sepuluh)/1 (satu)
Standar Kompetensi : 2. Memahami sejarah pembentukan bumi
Kompetensi Dasar : 2.1. Mendeskripsikan jagat raya dan tata surya
Indikator : - Mendeskripsikan pengertian dan proses terjadinya
Tata Surya
- Menjelaskan teori-teori tentang Tata Surya
Alokasi Waktu : 1 x 45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu
- Menjelaskan pengertian Tata Surya
- Mendeskripsikan proses terjadinya Tata Surya
- Mendeskripsikan teori-teori mengenai terjadinya Tata Surya
B. Materi Pembelajaran
- Pengertian Tata Surya
- Proses Terjadinya Tata Surya
- Teori-teori tentang Tata Surya
C. Metode Pembelajaran
Ceramah, tanya jawab, life skills, penugasan
D. Sumber/ Bahan/ Alat Belajar
- Kurikulum KTSP dan perangkatnya
- Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA - ESIS
- Buku sumber Geografi SMA – ESIS
- Buku-buku penunjang yang relevan
- OHP / Slide Proyektor
- Internet
E. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Kesembilan
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi: guru menyapa siswa dan mengabsen.
• Guru menanyakan perbedaan antara Jagat Raya dan Tata Surya.
2. Kegiatan Inti
• Guru menjelaskan pengertian, proses terjadinya, dan teori-teori tentang Tata Surya (hal
33 – 35) secara garis besar menggunakan peta konsep (hal 32).
• Penugasan secara kelompok, siswa mencari pengertian, proses terjadinya, dan teori-teori
tentang Tata Surya dari situs internet seperti www.yahoo.com, www.wikipedia.com, dan
www.google.com.
• Siswa membuat karangan mengenai hasil temuannya dari situs internet dengan
mencantumkan sumbernya.
• Tanya-jawab berdasarkan hasil temuan siswa dari internet dan mencermati pengertian,
proses terjadinya, dan teori-teori tentang Tata Surya di buku teks (hal 33 - 35).
3. Kegiatan Penutup
• Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi yang
kurang dimengerti.
• Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
F. Penilaian
20
- Penilaian untuk tugas karangan mencari pengertian, proses terjadinya, dan teori-teori tentang
Tata Surya dari situs internet.
Penilaian berdasarkan pada rubrik penilaian berikut ini.
Rubrik Penilaian Karangan
Sikap/Aspek yang dinilai Nilai kualitatif Nilai kuantitatif Deskripsi (Alasan)
Pengantar menunjukkan isi
Pengantar disajikan dengan bahasa
yang baik
Isi menunjukkan penjelasan dari
kutipan/pendapat tokoh
Isi disajikan dengan bahasa yang baik
Penutup memberi kesimpulan akhir
terhadap kutipan/pendapat tokoh
Penutup disajikan dengan bahasa yang
baik
Nilai rata-rata
Komentar
Kriteria Penilaian:
Nilai kualitatif Nilai kuantitatif
Memuaskan 4 > 80
Baik 3 68 - 79
Cukup 2 56 - 67
Kurang 1 < 55
Mengetahui Purbalingga,................................
Kepala sekolah Guru Mata Pelajaran
Drs. Akhmad Khotib, M.Pd Drs. Kuat Risyanto
NIP.131407025 NIP. 131958839
21
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SMA : SMA Negeri 1 Purbalingga
Mata Pelajaran : Geografi
Kelas/Semester : X (sepuluh)/1 (satu)
Standar Kompetensi : 2. Memahami sejarah pembentukan bumi
Kompetensi Dasar : 2.1. Mendeskripsikan jagat raya dan tata surya
Indikator : - Mendeskripsikan Matahari sebagai pusat Tata Surya
Alokasi Waktu : 1 x 45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu
- Menjelaskan Matahari sebagai pusat Tata Surya
- Mendeskripsikan bagian-bagian Matahari
B. Materi Pembelajaran
- Matahari Pusat Tata Surya
C. Metode Pembelajaran
Ceramah, tanya jawab, penugasan
D. Sumber/ Bahan/ Alat Belajar
- Kurikulum KTSP dan perangkatnya
- Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA - ESIS
- Buku sumber Geografi SMA – ESIS
- Buku-buku penunjang yang relevan
- OHP / Slide Proyektor
- Gambar Matahari sebagai pusat Tata Surya
- Internet
E. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Kesepuluh
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi: guru menyapa siswa dan mengabsen.
• Guru menanyakan pengertian Matahari dan manfaatnya bagi kehidupan.
2. Kegiatan Inti
• Guru menjelaskan sifat dan bagian-bagian Matahari (hal 35 – 37) secara garis besar
menggunakan gambar (hal 36 - 37).
• Penugasan: siswa secara individu mengerjakan uji penguasaan materi (hal 37) disertai
pembahasan yang dikerjakan dalam bentuk karangan.
• Tanya-jawab mengenai uji penguasaan materi (hal 37) disertai penjelasan dari guru.
3. Kegiatan Penutup
• Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi yang
kurang dimengerti.
• Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
F. Penilaian
- Penilaian untuk tugas karangan mengenai Matahari sebagai pusat Tata Surya.
Penilaian berdasarkan pada rubrik penilaian berikut ini.
Rubrik Penilaian Karangan
Sikap/Aspek yang dinilai Nilai kualitatif Nilai kuantitatif Deskripsi (Alasan)
Pengantar menunjukkan isi
Pengantar disajikan dengan bahasa
yang baik
Isi menunjukkan penjelasan dari soal
uji penguasaan materi
Isi disajikan dengan bahasa yang baik
22
Penutup memberi kesimpulan akhir
terhadap materi
Penutup disajikan dengan bahasa yang
baik
Nilai rata-rata
Komentar
Kriteria Penilaian:
Nilai kualitatif Nilai kuantitatif
Memuaskan 4 > 80
Baik 3 68 - 79
Cukup 2 56 - 67
Kurang 1 < 55
Mengetahui Purbalingga,................................
Kepala sekolah Guru Mata Pelajaran
Drs. Akhmad Khotib, M.Pd Drs. Kuat Risyanto
NIP.131407025 NIP. 131958839
23
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SMA : SMA Negeri 1 Purbalingga
Mata Pelajaran : Geografi
Kelas/Semester : X (sepuluh)/1 (satu)
Standar Kompetensi : 2. Memahami sejarah pembentukan bumi
Kompetensi Dasar : 2.1. Mendeskripsikan jagat raya dan tata surya
Indikator : - Menjelaskan Planet sebagai anggota Tata Surya
Alokasi Waktu : 1 x 45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu
- Menjelaskan planet sebagai anggota Tata Surya
- Mengidentifikasikan bulan sebagai satelit bumi
- Menjelaskan perubahan pergerakan bulan terhadap bumi
- Menjelaskan komet, meteor, dan meteorite sebagai anggota Tata Surya
B. Materi Pembelajaran
- Planet-planet
1. Pengertian planet
2. Hukum tentang planet
3. Klasifikasi planet
- Bulan Satelit Bumi
- Komet, Meteor dan Meteorit, serta Planetoid dan Asteroid
C. Metode Pembelajaran
CD pembelajaran, tanya jawab, penugasan
D. Sumber/ Bahan/ Alat Belajar
- Kurikulum KTSP dan perangkatnya
- Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA - ESIS
- Buku sumber Geografi SMA – ESIS
- Buku-buku penunjang yang relevan
- OHP / Slide Proyektor
- VCD mengenai planet dalam Tata Surya
- Internet
E. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Kesebelas
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi: guru menyapa siswa dan mengabsen.
• Guru menanyakan pengertian planet dan nama-nama planet.
2. Kegiatan Inti
• Menonton film mengenai Planet dengan seksama.
• Mendiskusikan mengenai isi film yang telah ditonton dan kolom aktivitas pada buku
sumber (hal 53).
• Secara individu, siswa membuat karangan (ringkasan) mengenai materi/isi film dengan
mencantumkan judul film dan pembuatnya.
3. Kegiatan Penutup
• Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
• Penugasan: mengerjakan soal-soal evaluasi pada akhir bab mengenai Tata Surya (hal 55
– 56), dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.
F. Penilaian
- Penilaian untuk tugas karangan mengenai ringkasan film tentang Planet. Penilaian
berdasarkan pada rubrik penilaian berikut ini.
24
Rubrik Penilaian Karangan
Sikap/Aspek yang dinilai Nilai kualitatif Nilai kuantitatif Deskripsi (Alasan)
Pengantar menunjukkan isi
Pengantar disajikan dengan bahasa
yang baik
Isi menunjukkan penjelasan dari isi
film
Isi disajikan dengan bahasa yang baik
Penutup memberi kesimpulan akhir
terhadap isi film
Penutup disajikan dengan bahasa yang
baik
Nilai rata-rata
Komentar
Kriteria Penilaian:
Nilai kualitatif Nilai kuantitatif
Memuaskan 4 > 80
Baik 3 68 - 79
Cukup 2 56 - 67
Kurang 1 < 55
Kunci Jawaban Soal Evaluasi Bab 3. Tata Surya
I. Pilihan Ganda
1. e
2. c
3. a
4. a
5. b
6. c
7. d
8. a
9. e
10. e
II. Essai
1. Pandangan manusia mengenai alam semesta dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya tata
surya terbentuk dari bola kabut raksasa (nebula) yang berputar pada porosnya. Putaran
tersebut memungkinkan bagian-bagian yang kecil dan ringan terlempar ke luar dan bagian
terbesar dan berat berkumpul di pusat membentuk cakram raksasa.
2. Hukum Kepler II menjelaskan bahwa planet beredar mengelilingi Matahari dengan
kecepatan tidak tetap. Pada saat planet berada pada jarak terdekat dengan Matahari, planet
bergerak dengan cepat. Sementara saat berada pada jarak terjauh dengan Matahari, planet
bergerak dengan lambat.
3. Menurut Hukum Titius-Bode, jarak antara planet ke Matahari dapat dihitung dengan
menggunakan deret ukur sebagai berikut: 0, 3, 6, 12, 24, 48, dst. Dengan menambahkan
bilangan 4 pada tiap-tiap suku deret itu, kemudian setelah itu masing-masing dibagi 10.
4. Sebenarnya, bentuk Bulan tidak pernah berubah. Perubahan kenampakan bentuk Bulan itu
disebabkan oleh perubahan kedudukan Bulan terhadap Bumi.
5. Ekor komet sering berpindah-pindah letaknya. Ketika komet mendekati Matahari ekornya
berada di belakang, sedangkan ketika sejajar dengan Matahari, ekornya berada di samping
dan ketika menjauh dari Matahari, ekornya berada di depan.
III. Soal Terapan
1. Karena adanya rotasi bumi. Tidak mungkin bumi mengalami siang terus menerus.
25
2. Bulan menyebabkan terjadinya peristiwa pasang surut laut.
3. Berjalan, berlari, dan melakukan segala aktivitas manusia.
IV. Skala Sikap
Rubrik Penilaian Skala Sikap
Indikator Nilai kualitatif Nilai kuantitatif Deskripsi (Alasan)
Pengetahuan tentang fenomena geosfer
Pemahaman tentang materi
Kemampuan melakukan analisis atas
pernyataan/kutipan tersebut
Sikap terhadap pernyataan/kutipan
tersebut
Alasan terhadap sikap atas
pernyataan/kutipan tersebut
Kemampuan penggunaan bahasa yang
baik dalam analisis
Nilai rata-rata
Komentar
Kriteria Penilaian:
Nilai kualitatif Nilai kuantitatif
Memuaskan 4 > 80
Baik 3 68 - 79
Cukup 2 56 - 67
Kurang 1 < 55
Mengetahui Purbalingga,................................
Kepala sekolah Guru Mata Pelajaran
Drs. Akhmad Khotib, M.Pd Drs. Kuat Risyanto
NIP.131407025 NIP. 131958839
26
PEMBENTUKAN MUKA BUMI DAN PERKEMBANGANNYA
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SMA : SMA Negeri 1 Purbalingga
Mata Pelajaran : Geografi
Kelas/Semester : X (sepuluh)/1 (satu)
Standar Kompetensi : 2. Memahami sejarah pembentukan bumi
Kompetensi Dasar : 2.2. Menjelaskan sejarah pembentukan bumi
Indikator : - Mendeskripsikan sejarah pembentukan bumi
- Mengidentifikasi karakteristik lapisan bumi
Alokasi Waktu : 1 x 45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu
- Menjelaskan secara kronologis mengenai sejarah pembentukan bumi
- Menjelaskan karakteristik lapisan bumi
B. Materi Pembelajaran
- Sejarah Pembentukan Bumi
- Karakteristik Lapisan Bumi
C. Metode Pembelajaran
Ceramah, tanya jawab, life skills, penugasan
D. Sumber/ Bahan/ Alat Belajar
- Kurikulum KTSP dan perangkatnya
- Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA - ESIS
- Buku sumber Geografi SMA – ESIS
- Buku-buku penunjang yang relevan
- OHP / Slide Proyektor
- Gambar struktur lapisan bumi
- Internet
E. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Kedua belas
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi: guru menyapa siswa dan mengabsen.
• Guru mengumpulkan tugas soal evaluasi bab “Tata Surya”
• Guru menanyakan tentang bentuk-bentuk muka bumi.
2. Kegiatan Inti
• Guru menjelaskan secara kronologis mengenai sejarah pembentukan bumi (hal 59) dari
berbagai referensi.
• Guru menjelaskan karakteristik lapisan bumi (hal 65 – 67) dengan menggunakan gambar
struktur lapisan bumi.
• Penugasan secara individu: mengerjakan soal evaluasi akhir bab mengenai Pembentukan
Muka Bumi (hal 68 – 69)
3. Kegiatan Penutup
• Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi yang
kurang dimengerti.
• Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
F. Penilaian
- Penilaian soal evaluasi.
Kunci Jawaban
I. Pilihan Ganda
27
1. a
2. d
3. e
4. b
5. c
6. a
7. e
8. c
9. c
10. c
28
II. Essai
1. Teori Lempeng Tektonik menjelaskan bagaimana lahirnya tenaga-tenaga pembentuk muka
bumi, termasuk proses bagaimana terbentuknya gunung api maupun terjadinya gempa.
Teori ini menerangkan bahwa kulit bumi terdiri atas beberapa bagian lempeng yang kuat,
dan bergerak di atas massa cair astenosfer. Pergerakan lempeng terjadi karena adanya arus
konveksi di bagian bawah lapisan litosfer. Teori Lempeng Tektonik menjelaskan
bagaimana sejarah pembentukan muka bumi, termasuk awalnya benua yang dimulai dari
Pangea terpecah-pecah menjadi beberapa benua, kemudian menjadi benua Laurasia dan
Gondwana yang hanya dipisahkan oleh Laut Tethys, dan proses pembentukan muka bumi
masih terus berlangsung hingga terbentuk seperti saat ini.
2. Adanya pergerakan lempeng tektonik dari dalam bumi menyebabkan retakan, patahan, dan
lipatan pada lapisan litosfer. Lempeng tektonik yang bergerak saling mendekat akan
bertumbukan sehingga membentuk kerutan atau lipatan berupa pegunungan dan lembah.
Apabila terjadi pergeseran lempeng tektonik akan mendorong magma yang terdapat di
dalam perut bumi bergerak naik ke permukaan bumi. Magma merupakan massa pijar yang
sangat panas yang membentuk batuan gunung berapi.
3. Pergeseran lempeng tektonik yang terdapat di bawah permukaan laut akan mengakibatkan
terjadinya gempa laut. Gempa laut dapat menimbulkan ombak-ombak yang besar dan
hebat. Gelombang laut yang disebabkan oleh gempa laut disebut gelombang tsunami.
Tsunami sangat berbahaya, terutama bagi daerah-daerah pesisir, karena tinggi
gelombangnya bisa mencapai lebih dari 20 m, apabila tiba di daerah pesisir. Gelombang
tsunami dapat merambat di laut dengan kecepatan sekitar 800 km/jam.
4. Karena palung laut merupakan daerah hasil penujaman dua lempeng tektonik yang
bergerak saling bertumbukan. Pergerakan dua lempeng tersebut akan menyebabkan salah
satu lempeng menujam di bawah lempeng lainnya, sehingga membentuk lembah yang
curam dan dalam pada dasar laut (palung laut).
5. Indonesia merupakan daerah rawan gempa yang dipengaruhi oleh tiga buah lempeng yang
saling bertumbukan. Ketiga lempeng tersebut, antara lain Lempeng Eurasia, Lempeng
IndoAustralia, dan Lempeng Pasifik. Akibatnya, aktivitas tektonisme sangat tinggi terjadi
di Indonesia. Selain itu, Kepulauan Indonesia dilalui oleh dua jalur pegunungan lipatan
muda, yaitu Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania. Kepulauan Indonesia seringkali
disebut busur kepulauan gunung api. Akibatnya, wilayah Indonesia yang dilalui kedua
sirkum pegunungan tersebut berada di jalur rawan gempa dan memiliki banyak gunung api.
Wilayah tersebut antara lain Pulau Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan
bagian utara Papua.
III. Soal Terapan
1. Karena wilayah Kepulauan Indonesia merupakan daerah rawan gempa yang dipengaruhi
oleh tiga buah lempeng tektonik dan dilalui oleh dua jalur pegunungan lipatan muda.
Pergerakan lempeng tektonik yang senantiasa mengalami pergeseran sebagai akibat
aktivitas tektonisme yang sangat tinggi menyebabkan Indonesia sering mengalami gempa
dan aktivitas gunung berapi.
2. Langkah pertama yang harus dilakukan ketika terjadi gempa bumi apabila berada di dalam
rumah adalah sesegera mungkin keluar dari rumah dan menyelamatkan keluarga yang juga
berada di dalam rumah, kemudian berlindung di tempat yang aman dari reruntuhan
bangunan dan pepohonan, misalnya di lapangan terbuka.
3. Bahan tambang di Indonesia banyak terdapat di sisi Pulau Sumatera bagian barat, Pulau
Jawa bagian selatan, Pulau Sulawesi, dan di bagian tengah Papua
IV. Skala Sikap
Rubrik Penilaian Skala Sikap
Indikator Nilai kualitatif Nilai kuantitatif Deskripsi (Alasan)
Pengetahuan tentang fenomena geosfer
Pemahaman tentang materi
Kemampuan melakukan analisis atas
29
pernyataan/kutipan tersebut
Sikap terhadap pernyataan/kutipan
tersebut
Alasan terhadap sikap atas
pernyataan/kutipan tersebut
Kemampuan penggunaan bahasa yang
baik dalam analisis
Nilai rata-rata
Komentar
Kriteria Penilaian:
Nilai kualitatif Nilai kuantitatif
Memuaskan 4 > 80
Baik 3 68 - 79
Cukup 2 56 - 67
Kurang 1 < 55
Mengetahui Purbalingga,
Kepala sekolah Guru Mata Pelajaran
Drs. Akhmad Khotib, M.Pd Drs. Kuat Risyanto
NIP.131407025 NIP. 131958839
30
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SMA : SMA Negeri 1 Purbalingga
Mata Pelajaran : Geografi
Kelas/Semester : X (sepuluh)/1 (satu)
Standar Kompetensi : 2. Memahami sejarah pembentukan bumi
Kompetensi Dasar : 2.2. Menjelaskan sejarah pembentukan bumi
Indikator : - Menjelaskan perkembangan bentuk muka bumi
- Menganalisis teori tektonik lempeng
Alokasi Waktu : 1 x 45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu
- Menjelaskan secara kronologis mengenai perkembangan bentuk muka bumi
- Menjelaskan teori tektonik lempeng dan kaitannya dengan persebaran gunung api dan
gempa bumi
B. Materi Pembelajaran
- Perkembangan Bentuk Muka Bumi
- Teori Tektonik Lempeng
C. Metode Pembelajaran
Ceramah, tanya jawab, diskusi, penugasan
D. Sumber/ Bahan/ Alat Belajar
- Kurikulum KTSP dan perangkatnya
- Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA - ESIS
- Buku sumber Geografi SMA – ESIS
- Buku-buku penunjang yang relevan
- OHP / Slide Proyektor
- Internet
E. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Ketiga belas
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi: guru menyapa siswa dan mengabsen.
• Guru menanyakan tentang pengertian lempeng.
2. Kegiatan Inti
• Guru menjelaskan secara kronologis mengenai perkembangan bentuk muka bumi dan
teori tektonik lempeng (hal 60 - 65) dari berbagai referensi.
• Tanya jawab mengenai perkembangan bentuk muka bumi dan teori tektonik lempeng
dan kaitannya dengan persebaran gunung api dan gempa bumi.
• Penugasan secara kelompok, mendiskusikan posisi kepulauan Indonesia dikaitkan
dengan lempeng tektonik (Aktivitas hal 65, kegiatan no. 4).
3. Kegiatan Penutup
• Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi yang
kurang dimengerti.
• Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
F. Penilaian
Jenis tagihan : Unjuk kerja
Bentuk tagihan : Diskusi
31
Bahan diskusi : Bagaimana kaitan antara posisi Kepulauan Indonesia dengan lempeng
tektonik? Apa keuntungan dan kerugian yang diperoleh Indonesia?
Lembar Penilaian diskusi
Hari/Tanggal : …………………………………………………….
Topik diskusi/debat : ……………………………………………………..
No Sikap/Aspek yang dinilai Nama Kelompok/
Nama peserta didik
Nilai
Kualitatif
Nilai
Kuantitatif
Penilaian kelompok
1. Menyelesaikan tugas kelompok
dengan baik
2. Kerjasama kelompok
3. Hasil tugas
4. Penggunaan bahasa yang baik
Jumlah Nilai Kelompok
Penilaian Individu Peserta didik
1. Berani mengemukakan pendapat
2. Berani menjawab pertanyaan
3. Inisiatif
4. Ketelitian
Jumlah Nilai Individu
Kriteria Penilaian:
Nilai kualitatif Nilai kuantitatif
Memuaskan 4 > 80
Baik 3 68 - 79
Cukup 2 56 - 67
Kurang 1 < 55
Kunci Jawaban Soal Evaluasi Semester 1
I. Pilihan Ganda
32
1. b/c
2. a
3. a/d
4. c
5. c
6. a
7. b
8. a
9. d
10. b
11. a
12. b
13. b
14. a
15. a
16. b
17. d
18. a
19. c
20. e
21. d
22. c
23. c
24. e
25. b
II. Essai
1. Perbedaan antara planet dalam dan planet luar adalah sebagaiberikut.
• Planet dalam merupakan planet-planet yang lintasannya terletak di antara
Bumi dan Matahari atau planet-planet yang jarak rata-ratanya ke Matahari
lebih pendek dari jarak rata-rata Bumi ke Matahari. Planet dalam antara lain
Bumi, Merkurius, dan Venus.
• Planet luar merupakan planet-planet yang lintasannya di luar Bumi dan
Matahari atau planet-planet yang jarak rata-ratanya ke Matahari lebih panjang
dari jarak rata-rata Bumi ke Matahari. Planet luar antara lain Mars, Jupiter,
Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
2. Karena Jupiter terdiri atas unsur-unsur yang ringan.
3. Karena ekor komet terbentuk dari gas-gas tipis serta pecahan benda-benda kecil
yang disebut debu.
4. Pada saat planet dalam terlihat beberapa saat setelah matahari terbenam di horizon
barat.
5. Dalam menganalisis gejala geografis yang dipelajari, geografi harus mampu
menjawab gejala alam atau manusia yang terjadi, persebarannya, hubungannya,
dan bentuk kualitas dan kuantitas gejala dan hubungannya dalam ruang.
6. Karena pengkajian suatu fenomena geosfer tidak mungkin mengabaikan salah
satu atau beberapa prinsip geografi, sehingga tidak dapat dipisahkan satu sama
lain.
7. Bahwa benua memang benar terapung.
8. Karena kajian geografi mempelajari corak kehidupan manusia dan sebab akibat
yang mengikutinya.
9. Karena kepadatan batuan penyusun kerak bumi lebih rendah dari kepadatan
batuan penyusun lapisan bumi yang lebih dalam, yaitu mantel.
10. Lempeng Eurasia, lempeng Indo-Australia, dan lempeng Pasifik.
Mengetahui
Purbalingga,................................
Kepala sekolah Guru Mata Pelajaran
Drs. Akhmad Khotib, M.Pd Drs. Kuat Risyanto
NIP.131407025 NIP. 131958839
33

Selasa, 03 Mei 2011

Struktur Tubuh Reptil

 
  

Reptil Karakteristik 

 

 

Morfologi:
- Bagian Tubuh - kepala, leher, batang, ekor
- Dua pasang kaki konten jenis locomotory dari rencana untuk membangun yang sama seperti dalam amfibi (tetapi ada berbagai solusi - ular tak berkaki dan bersayap pterosaurus)
- Memperkuat tulang dan otot
- Mengubah anggota badan relatif terhadap tubuh - sebagian menekuk tubuh (dalam penyu masih banyak dari sisi ke sisi; u gat kaki depan Air berubah menjadi sirip)

Meliputi tubuh:
- Multi-lapisan formasi epitel membentuk plat-rogowaciejący tumpang tindih tumpang tindih
- Kapalan berbentuk sisik atau pelat
- Bagian dari kerang bebas asal epidermis, dan beberapa terendam - ikat
- Tubuh banyak reptil berwarna cerah
- Kelenjar shell Tidak dari tubuh (kadang-kadang beberapa wewangian dan racun)
- Kemungkinan tinggal di

Skeleton:
1. Aksial
- Lower rahang reptil terdiri dari tulang banyak (6-7)
- Membuat tulang rawan sendi rahang bawah - dari rahang persegi dan tulang dari tengkorak
- Gigi homodontyczne (beberapa, yang hilang seperti: kura-kura yang disebut topi paruh tanduk)
- Tengkorak fosil Reptil dikombinasikan dengan tulang punggung kondilus oksipital
- Serviks: vertebra pertama - levator (tulang cincin), inti disembuhkan batang dari vertebra kedua untuk membentuk apa yang disebut sarang. hasil dari gigi (sarang gigi), memungkinkan kepala berputar, jumlah vertebra serviks - 7
- Reptil Spine membagi menjadi lima bagian: cervical, toraks, lumbal, sacral, dan ekor
- Dada - vertebra memiliki permukaan artikular dari tulang rusuk (tulang rusuk mencapai sternum untuk membentuk dada)
- Spine - vertebra memiliki permukaan artikular dari tulang rusuk (tulang rusuk pendek dengan mobilitas berkurang, jangan menggabungkan dengan jembatan)
- Sacral vertebrae (2) menggabungkan sacrum (kental kuat rusuk sekering dengan panggul)
- Tail - vertebra dipisahkan oleh lapisan jaringan ikat (pada risiko kejang otot yang parah dapat menyebabkan pemisahan - autotomii)
- Reptil pertama telah lingkaran dwuwklęsłe
- Kontemporer - przodowklęsłe (menciptakan jamowych bersama)
- Dalam kura dari serviks - tyłowklęsłe
2. Rim dan tungkai
- Munculnya dwunożności (menarik kaki belakang bawah tubuh talus dan pendidikan, untuk memperkuat panggul pinggul dan - rim panggul pertumbuhan tulang)
- Możliwośćlotu - dasar untuk menciptakan area volatile IV-jari Anda pada kulit yang membentang flip

Sistem otot:
- Meningkatkan massa otot
- Peningkatan jumlah serat otot
- Munculnya otot-otot pernafasan untuk memungkinkan pergerakan thorax

Pernapasan:
- Perpanjangan pertukaran gas (paru-paru membagi kompartemen vesikuler)
- Untuk meningkatkan mekanisme ventilasi paru (gerakan irama dada)
- Dalam buaya dan otot laring tokek yang kuat - kemungkinan membuat suara
- Kadal Monitor adalah bronkus menuju ke paru-paru yang dihasilkan dari trakea bercabang

Kardiovaskular:
- Dua atrium dan dua kamar (tapi septum interventriculare tidak lengkap)
- Mengurangi sinus venosus
- Ukuran sel kecil

Reproduksi dan ekskretoris sistem:
- Ginjal - bahkan, organ fasolowate
- Diproduksi di ginjal urin masuk ke dalam ureter sekunder (akibat diverticulitis, swab)
- Dalam kura-kura dan kadal bagian akhir meluas melalui kandung kemih
- Nefron tidak berinteraksi dengan rongga tubuh, dan hanya darah disaring di glomerulus vaskuler
- Kuat resorpsi air melalui dinding kloaka
- Reptil mengeluarkan asam urat
- Pemupukan Internal
- prkloace membayar tersembunyi dan hanya selama persetubuhan di luar wynicowywane
- Telur besar dikelilingi presisi skórzastymi (kadang-kadang karbonat kalsium saturable)
- Telur kaya kuning telur (tidak ada tahap larva)
- Membran janin - amnion, allantois dan chorion
- Beberapa Jajożyworodne, seperti: żyworódka kadal dan adder

Sistem pencernaan dan gizi:
- Sebagian besar karnivora

Sistem saraf dan alat indera:
- Otak Sedikit
- Telencephalon jauh lebih kuat dikembangkan dan dibagi menjadi belahan
- Meliputi diencephalon telencephalon
- Terjadi di dinding samping pembangunan neokorteks - area kecil dari materi abu-abu
- Di bagian atas diencephalon bentuk kelenjar pineal, membentuk mata ketiga - parietal
- Otak - berkembang dengan baik
- Cerebellum - ditutup dengan abu-abu - korteks cerebellum
- Medulla oblongata - esowato membungkuk - karakteristik dari semua amniotes
- 12 pasang saraf kranial
- Sight - rasa terbaik dikembangkan reptil, mekanisme akomodasi berubah - mengubah bentuk lensa elips, mata tertutup oleh tiga kelopak mata atas, bawah dan vertikal - haw
- Bau perkembangan organ Jacobson
- Pendengaran dan keseimbangan - tidak ada telinga eksternal, rongga beroperasi Kolom gębowej - pendengaran kaki homolog dengan stapes amfibi, tabung Eustachio menghubungkan rongga telinga tengah ke tenggorokan, di telinga dalam memiliki tiga saluran berbentuk setengah lingkaran dan saluran koklea kecil, menempati bagian tengah dari pelat penghubung berbaring pada epitel organ Corti
- Buruk dikembangkan alat indera kulit
- Organ Yah-dikembangkan dari rasa - rasa sel di lidah dan langit-langit

Kejadian dan pentingnya:

Ringkasan:
- Czworonożność
- Płucodyszność
- Terjadinya dada
- Kulit ditutupi dengan tebal epidermis rogowaciejącym
- Kurangnya kelenjar kulit
- Dua siklus darah dan jantung terdiri dari dua atrium dan dua ventrikel, mengurangi sinus vena
- Retensi dari dua lengkungan aorta
- Lima bagian tulang belakang
- Tulang punggung tengkorak dikombinasikan dengan satu kondilus oksipital
- Penuh mobilitas kepala
- Rahang bawah terdiri dari beberapa tulang (sampai 7), kolam membentuk tulang rahang bawah dan tulang rawan persegi
- Munculnya neokorteks
- 12 pasang saraf kranial
- Internal pemupukan, penampilan membran
- Kurangnya ektotermia termoregulasi
Pertanyaan :
1. Bagaimana sistem penglihatan, pernafasan, dan pendengaran buaya saat menyelam di dalam air ?
2. Bagaimana cara ular menetralisis racun dari ular lain saat ia memakan ular tersebut ?





Kadal Kadal Unik
  • Satanic Leaf-tailed Gecko adalah spesies tokek pulau Madagaskar. Ciri khasnya adalah bagian tubuh yang mirip dengan daun layu terutama pada bagian ekornya. Ini berguna untuk mengecoh pandangan dari para pemangsa mereka. I like this creature so much..!! Keren..

  • Short Horned/Horned Toad adalah kadal yang  ditemukan di Amerika Utara. Kadal ini disebut juga dengan nama Horned  Toad karena bentuk tubuhnya yang menyerupai katak tersebut.

  • Walaupun kelihatannya seperti ular, Slow Worm sebenarnya adalah kadal tanpa kaki. Seperti semua kadal lainnya, kadal ini memiliki sistem pertahanan diri dengan cara melepaskan ekornya untuk menghindari predator. Mereka bisa menumbuhkan kembali ekornya, tapi ekor barunya tidak akan tumbuh sepanjang ekor lama.

  • Armadillo Lizard akan menggigit ekor mereka dan menggulung tubuhnya hingga berbentuk bulat ketika mereka merasa terancam. Mereka juga dapat bersembunyi di antara celah-celah batu. Kadal ini dilindungi seperti kebanyakan spesies reptil lainnya di Afrika Selatan.

  • Flying Dragon, disebut begitu karena jenis kadal ini benar benar mampu untuk terbang. Kadal ini dapat ditemukan di Asia Tenggara & Indonesia. Disebut juga Cekibar

  • Komodo (Varanus komodoensis) adalah spesies kadal terbesar di dunia dengan rata-rata panjang 2-3 m dan hanya hidup di pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang dan Gili Dasami di Nusa Tenggara. Penduduk setempat menyebutnya ‘Ora’.

  • Kadal Basilisk adalah yang bisa ‘berlari’ di atas air. Kadal ini mempunyai kemampuan ‘berlari’ di permukaan air karena  mempunyai tubuh yang ringan dan  telapak kaki yang lebar.

  • Panjang tubuh thorny devil mencapai 4-6 cm. kadal ini tidak mempunyai santapan khusus. mereka memakan beberapa spesies semut dan yang paling disukainya adalah semut Iridomyrex yang kecil-kecil. rata-rata mereka memakan 24-25 semut setiap menitnya. Kadal thorny devil dapat menghirup air melalui kakinya. kadal yang berasal dari padang pasir Australia yang gersang ini memperlihatkan kemampuannya menyerap air ke mulut melalui saluran-saluran di antara sisiknya. para ilmuan berharap mampu meniru mekanisme tersebut untuk mengembangkan teknologi pengumpulan air bagi daerah-daerah kering. Untuk selengkapnya, baca: 



  • Armadillo Lizard akan menggigit ekor mereka dan menggulung tubuhnya hingga berbentuk bulat ketika mereka merasa terancam. Mereka juga dapat bersembunyi di antara celah-celah batu. Kadal ini dilindungi seperti kebanyakan spesies reptil lainnya di Afrika Selatan.

  • Flying Dragon, disebut begitu karena jenis kadal ini benar benar mampu untuk terbang. Kadal ini dapat ditemukan di Asia Tenggara & Indonesia. Disebut juga Cekibar

  • Komodo (Varanus komodoensis) adalah spesies kadal terbesar di dunia dengan rata-rata panjang 2-3 m dan hanya hidup di pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang dan Gili Dasami di Nusa Tenggara. Penduduk setempat menyebutnya ‘Ora’.

  • Kadal Basilisk adalah yang bisa ‘berlari’ di atas air. Kadal ini mempunyai kemampuan ‘berlari’ di permukaan air karena  mempunyai tubuh yang ringan dan  telapak kaki yang lebar.

  • Panjang tubuh thorny devil mencapai 4-6 cm. kadal ini tidak mempunyai santapan khusus. mereka memakan beberapa spesies semut dan yang paling disukainya adalah semut Iridomyrex yang kecil-kecil. rata-rata mereka memakan 24-25 semut setiap menitnya. Kadal thorny devil dapat menghirup air melalui kakinya. kadal yang berasal dari padang pasir Australia yang gersang ini memperlihatkan kemampuannya menyerap air ke mulut melalui saluran-saluran di antara sisiknya. para ilmuan berharap mampu meniru mekanisme tersebut untuk mengembangkan teknologi pengumpulan air bagi daerah-daerah kering. 

  • Brookesia Minima adalah bunglon terkecil di dunia, panjang tubuh maksimumnya hanya mencapai 30 mm. Kadal kecil ini dapat ditemukan di hutan Madagaskar. Brookesia minima memangsa serangga-serangga kecil. Bila merasa terancam, bunglon ini akan pura-pura mati.

Jumat, 18 Maret 2011

morfologi tumbuhan

Akar adalah bagian pokok di samping batang dan daun bagi tumbuhan yang tubuhnya telah merupakan kormus.

Akar yang ditumbuhkan dalam hidroponik.
Wurzeln am Berghäuser Altrhein, Speyerer Auwald.JPG
Sifat-sifat akar:
  1. Merupakan bagian tumbuhan yang biasanya terdapat di dalam tanah, dengan arah tumbuh ke pusat bumi (geotrop) atau menuju ke air (hidrotrop), meninggalkan udara dan cahaya
  2. Tidak berbuku-buku, jadi juga tidak beruas dan tidak mendukung daun-daun atau sisik-sisik maupun bagian-bagian lainnya
  3. Warna tidak hijau, biasanya keputih-putihan atau kekuning-kuningan
  4. Tumbuh terus pada ujungnya, tetapi umumnya pertumbuhannya masih kalah pesat jika dibandingkan dengan bagian permukaan tanah
  5. Bentuk ujungnya seringkali meruncing, hingga lebih mudah untuk menembus tanah

 Jenis akar

Secara umum, ada dua jenis akar yaitu:
  1. Akar serabut. Akar ini umumnya terdapat pada tumbuhan monokotil. Walaupun kadang-kadang, tumbuhan dikotil juga memilikinya (dengan catatan, tumbuhan dikotil tersebut dikembangbiakkan dengan cara cangkok, atau stek). Fungsi utama akar serabut adalah untuk memperkokoh berdirinya tumbuhan.
  2. Akar tunggang. Akar ini umumnya terdapat pada tumbuhan dikotil. Fungsi utamanya adalah untuk menyimpan makanan.

 Fungsi akar

Fungsi akar bagi tumbuhan:
  1. Untuk menyokong dan memperkokoh berdirinya tumbuhan di tempat hidupnya
  2. Untuk menyerap air dan garam-garam mineral (zat-zat hara) dari dalam tanah
  3. Mengangkut air dan zat-zat makanan yang sudah diserap ke tempat-tempat pada tubuh tumbuhan yang memerlukan
  4. Pada beberapa macam tumbuhan ada yang berfungsi sebagai alat respirasi, misalnya tumbuhan bakau
  5. Pada beberapa jenis tumbuhan, ada yang berguna sebagai tempat menyimpan cadangan makanan atau sebagai alat reproduksi vegetatif. Misalnya wortel yang memiliki akar tunggang yang membesar, berfungsi sebagai tempat menyimpan makanan. Pada tumbuhan sukun, dari bagian akar dapat tumbuh tunas yang akan tumbuh menjadi individu baru.

 Modifikasi akar

  1. Akar napas. Akar naik ke atas tanah, khususnya ke atas air seperti pada genera Mangrove (Avicennia, Soneratia).
  2. Akar gantung. Akar sepenuhnya berada di atas tanah. Akar gantung terdapat pada tumbuhan epifit Anggrek.
  3. Akar banir. Akar ini banyak terdapat pada tumbuhan jenis tropik.
  4. Akar penghisap. Akar ini terdapat pada tumbuhan jenis parasit seperti benalu.




Batang

Batang merupakan bagian dari tumbuhan yang amat penting, dan mengingat serta kedudukan batang bagi tubuh tumbuhan, batang dapat disamakan dengan sumbu tubuh tumbuhan. Pada umumnya batang mempunyai sifat-sifat berikut :
  1. Umumnya berbentuk panjang bulat seperti silinder atau dapat pula mempunyai bentuk lain, akan tetapi selalu bersifat aktinomorf.
  2. Terdiri atas ruas-ruas yang masing-masing dibatasi oleh buku-buku dan pada buku-buku inilah terdapat daun.
  3. Biasanya tumbuh ke atas menuju cahaya atau matahari (bersifat fototrop atau heliotrop)
  4. Selalu bertambah panjang di ujungnya, oleh sebab itu sering dikatakan, bahwa batang mempunyai pertumbuhan yang tidak terbatas.
  5. Mengadakan percabangan dan selama hidupnya tumbuhan, tidak digugurkan, kecuali kadang-kadang cabang atau ranting yang kecil.
  6. Umumnya tidak berwarna hijau, kecuali tumbuhan yang umurnya pendek, misalnya rumput dan waktu batang masih muda.
Batang pohon merujuk pada anggota struktural pohon yang mendukung cabang serta didukung dan berikat langsung dengan akar. Batang pohon diliputi oleh kulit kayu, yang merupakan ciri diagnostik penting dalam pengenalan pohon, dan sering banyak berbeda dari dasar hingga atas, bergantung pada spesies. Batang pohon merupakan bagian terpenting untuk produksi kayu.




A.BENTUK ADAPTASI BATANG


Adaptasi yang dilakukan pada batang berkaitan dengan kecepatan angin, kesediaan dan unsur  hara, lingkungan tempat hidup, ada tidaknya pengganggu, dan lain-lain. Adaptasi batang termasuk dalam adaptasi morfologi karena melibatkan perubahan struktur tubuh tumbuhan. Antara lain perubahan struktur jaringan, bentuk batang yang tidak pada umumnya, serta ditemukannya bagian-bagian baru dari batang.
Jika kita membandingkan berbagai jenis tumbuhan, ada diantaranya yang jelas kelihatan batangnya, tetapi ada pula yang tampaknya tidak berbatang. Oleh sebab itu kita membedakan :
a.       Tumbuhan yang Tidak Berbatang
Tumbuhan yang benar-benar tidak berbatang sesungguhnya tidak ada hanya tampaknya saja tidak ada. Hal itu disebabkan karena batang amat pendek, sehingga semua daunnya seakan-akan keluar dari bagian atas akarnya dan tersusun  rapat satu sama lain merupakan suatu roset (rosula), contoh pada lobak  ( Raphanus sativus ) dan sawi ( Brassica juncea ). Tumbuhan ini akan memperlihatkan batang dengan nyata pada waktu berbunga. Dari tengah-tengah roset daun akan muncul batang yang tumbuh cepat dengan daun-daun yang jarang-jarang, bercabang-cabang dan mendukung bunga-bunganya. 
b.      Tumbuhan yang Jelas Berbatang
      Batang tumbuhan yang jelas terlihat dapat dibedakan menjadi :
1.      Herbaceus
            Herbaceus merupakan batang basah, yaitu batang yang lunak dan berair, ini merupakan tumbuhan yang biasanya beradaptasi pada kondisi tanah yang lembab dan tidak dapat tumbuh pada tanah yang kering.Misalnya bayam ( Amaranthus spinosus ) dan krokot ( Portulaca oleracea ).
2.      Lignosus
            Lignosus merupakan batang berkayu yang keras dan kuat. Ini terdapat pada pohon-pohon ( abores ) dan semak-semak ( frutices ). Pohon adalah tumbuhan yang tinggi besar dan bercabang jauh dari permukaan tanah. Contoh pohon : mangga ( Mangifera indica ). Sedangkan semak adalah tumbuhan yang tidak begitu besar dan bercabang dekat dengan permukaan tanah bahkan di dalam tanah.Contoh semak : sidaguri ( Sida rhombifolia )
3.      Calmus
            Calmus merupakan batang rumput, mempunyai batang yang tidak keras, mempunyai ruas-ruas yang nyata dan sering kali berongga. Tumbuhan ini beradaptasi pada habitat yang berair bahkan berlumpur. Contoh : padi ( Oryza sativa ) dan rumput ( Gramineae ).
4.      Calamus
            Calamus merupakan batang mendong, seperti batang rumput tetapi mempunyai ruas-ruas yang lebih panjang. Contoh : mendong ( Fimbristylis globulosa ) dan teki ( Cyperus rotundus ).
Tumbuhan ada yang mempunyai caudex (pangkal batang di dalam tanah),  di daerah panas pada musim kering dapat digunakan sebagai alat untuk mempertahankan diri. Contohnya pada tumbuhan valerian dan klembak , bagian yang di atas tanah seringkali mati tetapi bagian yang di dalam tanah masih hidup, jika musim baik telah tiba, akan bertunas menghasilkan tumbuhan yang baru.
Telah dijelaskan bahwa adaptasi batang dapat melibatkan perubahan struktur tubuh tumbuhan. Antara lain perubahan struktur jaringan, bentuk batang yang tidak pada umumnya, serta ditemukannya bagian-bagian baru dari batang. Berikut beberapacontoh adaptasi batang, diantaranya berdasarkan tempat hidup tumbuhan tersebut.
  1. Pada Tanaman Hidrofita
Enceng Gondok (Eichhornia crassipes) mempunyai batang berongga yang berisi udara. Rongga udara ini  berfungsi sebagai organ yang mendukung enceng gondok beradaptasi dengan lingkungan air sebagai habitat hidupnya. Dengan adanya rongga udara  pada batang ini, tanaman enceng gondok dapat mengapung di atas permukaan air, sedangkan akarnya masih terdapat dalam air. Dengan kondisi yang seperti ini, akar dapat menyerap air, batang membantu daun dalam proses transpirasi, dan daun berfotosintesis. 
  1. Pada tanaman Xerofit,
Sesuai habitat hidupnya,  tanaman Xerofit seperti  kaktus yang hidup di tempat yang kekurangan air,  mempunyai tubuh batang yang berdaging tebal yang berfungsi  untuk menyimpan air. Sifat batang tanaman ini adalah basah, terdapat duri yang merupakan modifikasi daun  dan lapisan lilin yang berfungsi untuk mengurangi penguapan air. Selain batang yang berdaging tebal, kaktus juga memiliki akar yang panjang dan besar.
Selain yang telah diuraikan di atas, batang dapat melakukan adaptasi dengan melakukan modifikasi pada permukaan batangnya, antara lain sebagai berikut :
1.      Berambut ( Pilosus )
Ini seperti pada tumbuhan tembakau ( Nicotiana tabacum ).
2.      Berduri ( Spinosus )
Contohnya pada Mawar ( Rosa sp ), Bougenville, dan  Putri Malu ( Mimosa pudica ),  melindungi diri dengan batangnya  yang berduri. Duri pada batang ini merupakan pennjelmaan batang atau dahan, yang berfungsi sebagai alat  perlindungan diri dari pemangsa. Ini berbeda dengan duri yang ada pada kaktus, pada kaktus duri ditujukan untuk mengurangi penguapan, karena kaktus merupakan tumbuhan yang hidup pada daerah kekurangan air.                            
B.   BENTUK MODIFIKASI BATANG
Salah satu fungsi batang adalah sebagai tempat penimbunan cadangan makanan, dengan fungsi ini, pada bagian batang tertentu akan mengalami perubahan  bentuk sehingga bentuknya berbeda disbanding bentuk batang pada umumnya. Batang yang bentuknya berubah ini disebut batang yang telah mengalami modifikasi.
Batang dapat terspesialisasi serta termodifikasi bentuknya untuk keperluan tugas khusus seperti menimbun cadangan  makanan dan untuk fotosintesis.
Pada batang, buku adalah tempat melekatnya daun pada batang, dan batang diantara 2 daun berurutan disebut ruas. Kuncup yang terletak pada ujung batang disebut kuncup terminal. Bersama  kuncup aksilar, kuncup terminal akan menentukan bentuk dari percabangan. 
 Beberapa modifikasi batang antara lain:
a.       Stolon / Geragih
Stolon adalah batang horizontal panjang yang menjalar di atas atau dalam tanah maupun air. Pada buku-buku batangnya tumbuh tunas dan membentuk akar. Setelah beberapa waktu tanaman ini tumbuh memanjang dan menjauhi induknya lalu membengkok ke atas membentuk individu baru. Cabang yang demikian itu dibedakan menjadi :
1.      Cabang yang Merayap di Atas Tanah
      Misalnya pada daun kaki kuda ( Centella asiatica ) dan arbei ( Fragraria
      vesca ).
2.      Cabang yang Merayap di Bawah Tanah
      Misalnya teki ( Cyperus rotundus )
3.      Cabang yang Merayap di Bawah Air
      Dapat dijumpai misalnya pada eceng gondok ( Eichornia crassipes ).
                                
b.      Rhizoma / Rimpang
Rimpang adalah batang di bawah tanah yang tumbuh horisontal dan biasanya bercabang, berbuku,  beruas, daun yang melekat pada buku berbentuk sisik yang tipis seperti selaput dan warnanya tidak hijau. Rimpang . Rimpang merupakan tempat penimbunan zat-zat makanan cadangan, contohnya antara lain pada tanaman tasbih(Canna edulis Ker), kerut (Maranta arundina L) dan iris 
Rimpang merupakan organ modifikasi batang bukan akar dengan ciri sebagai berikut:
1.      berdaun, tetapi daun melekat pada buku, telah menjelma menjadi sisik-sisik yang tipis seperti selaput dan tidak hijau.
2.      Mempunyai kuncup-kuncup
3.      Tumbuhnya tidak ke pusat bumi atau air, kadang ke atas dan muncul ke tanah

         
c.       Umbi Batang
Batang dapat terspesialisasi serta termodifikasi bentuknya untuk keperluan tugas khusus seperti menimbun cadangan  makanan dan untuk fotosintesis. Umbi batang merupakan salah satu bentuk modifikasi batang yang berguna untuk menyimpan cadangan makanan. Umbi batang merupakan pembengkakan batang yang di dalamnya terdapat jaringan yang digunakan untuk menyimpan zat cadangan makanan. Ciri dari umbi batang adalah :
    1. Berada di bawah permukaan tanah
    2. Terdapat tunas
    3. Batang menebal namun tidak tertutup daun sisik
    4. Buku  pada kuncup tiap ketiak tetap tampak  .
Contoh dari umbi batang adalah Kentang ( Solanum tuberosum ). Pada pangkal batang  kentang diatas tanah, tumbuh sejumlah geragih yang memasuki tanah dan menjadi panjang. Di saat kegiatan meristem apeks di ujung geragih terhenti sehinnga tidak bertambah panjang.  Sebagian tumbuh  menjadi  umbi kentang. Perbanyakan vegetative dapat dilakukan dengan menanam sebagian batang dengan tunas ketiaknya.
                                             
d.      Umbi Lapis
Umbi ini terselubung oleh lapisan luar yang kering dan tipis seperti selaput. Penutup yang dinamakan tunika, berperan sebagai pelindung terhadap kekeringan dan luka mekanik terhadap umbi. Sisik berdaging tersusun sebagai lapisan continue dan konsentris sehingga berstruktur padat. Umbi lapis jika ditinjau asalnya adalah penjelmaan batang beserta daunnya. Dinamakan umbi lapis karena memperlihatkan susunan yang berlapis-lapis yaitu yang terdiri dari daun-daun yang telah menjadi tebal, lunak dan berdaging, merupakan bagian umbi yang menyimpan zat cadangan, sedang batangnya hanya bagian yang kecil pada bagian bawah umbi lapis itu. Contoh pada bawang merah ( Allium cepa ).
                                             
e.       Kormus
Terdiri dari batang pendek dan gemukyang berorientasi vertical dalam tanah dan diselubungi sisik ( daun ) kering. Kormus dapat menghasilkan anak kormus yang disebut kormel yang merupakan tunas yang berkembang di ketiak daun pada kormus induk. Seringkali kormel terdapat di ujung sumbu batang yang tergolong geragih . Pada kormus dapat dibedakan ruas dan buku. Sebagian besar kormus terdiri dari parenkim yang berisi cadangan makanan. Pada kormus yang dewasa, dasar daun kering bertahan pada buku-buku dan menyelubungi serta menutupi kormus. Tutup atau tunika ini melindungi kormus terhadap luka dan kekeringan. Di setiap buku kormus terdapat kuncup ( tunas ) ketiak. Contoh tanaman yang berkormus aalah Gladiolus gandavensis.
                                     
f.       Umbi Sisik
Umbi ini tidak memiliki penutup kering. Sisik terpisah dan tidak sama tingginya serta semua melekat pada papan basal. Pada umumnya umbi sisik ini mudah rusak dan perlu dirawat agar tetap lembab, sebab akan luka jika kekeringan. Pada waktu panen tampak bahwa pada umbi terdapat priordium akar. Akar ini tidak akan mengalami pemanjangan sebelum ditanam pada lingkungan yang sesuai. Contoh tumbhan dengan umbi sisik adalah pada tanaman bunga lili ( Lilium longiflorum ).
g.      Umbi Semu
                  Umbi semu atau pseudobulbus sering ditemukan pada tanaman anggrek epifit. Pseudobulbus ini digunakan untuk menyimpan air.

Daun

  • Tempat terjadinya fotosintesis.
pada tumbuhan dikotil, terjadinya fotosintesis di jaringan parenkim palisade. sedangkan pada tumbuhan monokotil, fotosintesis terjadi pada jaringan spons.
  • Sebagai organ pernapasan.
Di daun terdapat stomata yang befungsi sebagai organ respirasi (lihat keterangan di bawah pada Anatomi Daun).
  • Tempat terjadinya transpirasi.
  • Tempat terjadinya gutasi.
  • Alat perkembangbiakkan vegetatif.
Misalnya pada tanaman cocor bebek (tunas daun).

Anatomi daun   ( buat rezky tambah bae kalu kurang )

Diagram anatomi bagian dalam daun.

 

 Epidermis

Jaringan ini terbagi menjadi epidermis atas dan epidermis bawah, berfungsi melindungi jaringan yang terdapat di bawahnya.

 Jaringan mesofil

Jaringan Tiang, jaringan ini mengandung banyak kloroplas yang berfungsi dalam proses pembuatan makanan

 Jaringan bunga karang

Disebut juga jaringan spons karena lebih berongga bila dibandingkan dengan jaringan palisade, berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan.

 Berkas pembuluh angkut

Terdiri dari xilem atau pembuluh kayu dan floem atau pembuluh tapis, pada tumbuhan dikotil keduanya dipisahkan oleh kambium.
Pada akar, Xilem berfungsi mengangkut air dan mineral menuju daun. Pada batang, xilem berfungsi sebagai sponsor penegak tumbuhan
Floem berfungsi mentransfor hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan

 Stomata

Stoma (jamak: stomata) berfungsi sebagai organ respirasi. Stoma mengambil CO2 dari udara untuk dijadikan bahan fotosintesis, mengeluarkan O2 sebagai hasil fotosintesis. Stoma ibarat hidung kita dimana stoma mengambil CO2 dari udara dan mengeluarkan O2, sedangkan hidung mengambil O2 dan mengeluarkan CO2. Stoma terletak di epidermis bawah. Selain stoma, tumbuhan tingkat tinggi juga bernafas melalui lentisel yang terletak pada batang.